Melindungi diri dari pornografi di internet


Bagaimana kita melindungi diri dari pornografi di internet?

Yang pertama adalah edukasi dan pembinaan moral. Ini harus dilakukan di semua lini; rumah, sekolah, dan masyarakat. Tujuannya adalah adanya tekanan moral bahwa melihat situs porno itu adalah salah, memalukan, tidak bermoral, dan sejenisnya. Tetapi … bukan ilegal lho. Pokoknya dibuat malu sendiri deh. Bagusnya pendekatan ini adalah dia juga bermanfaat untuk menangkal pornografi apapun medianya.

Yang kedua adalah mengajak masyarakat untuk lebih banyak menghasilkan content yang positif. Tujuannya adalah agar content negatif menjadi minoritas. Itulah sebabnya saya mengajak banyak orang untuk menulis blog dengan tema apa saja (asal jangan pornografi). Buat tulisan yang banyak dan kemudian berkualitas. (Mantra saya: kuantitas dan kemudian kualitas.) Biarpun ada yang uring-uringan, blog ini (rahard.wordpress.com) sering menempati peringkat yang populer. Setidaknya dia merupakan alternatif terhadap tulisan yang negatif atau berbau pornografi. Ini bukan sekedar omong kosong, tetapi sudah saya lakukan. Ayo bantu saya dengan banyak menulis yang positif.

Pemerintah bisa membuat program insentif untuk lomba menulis dengan media blog, misalnya. Insentif kepada content creator & provider bisa lebih digalakkan. Tujuannya, ya jelas lebih banyak content yang positif. Menurut saya ini lebih produktif dan elegan. Selain itu dia bisa lebih terukur hasilnya.

Ada kasus dimana orang (yang dikhawatirkan adalah anak-anak) secara tidak sengaja masuk ke situs pornografi. Solusi untuk ini adalah menyediakan proxy yang bebas dari pornografi dan kekerasan. Jadi sifatnya adalah optional atau pilihan. Nah, Pemerintah bisa mendanai inisiatif atau proyek proxy bebas pornografi ini. Bagi yang menginginkan hal ini, tinggal set proxynya ke layanan ini. Bukankah ini lebih elegan?

Sebelum kelupaan, ada satu pornografi yang memang harus dibuatkan undang-undangnya yaitu child pornography. Alasannya adalah anak-anak yang menjadi obyek dan harus dilindungi karena mereka belum mampu melindungi diri. Apapun bentuknya (internet, media konvensional, apa pun) child pornography harusnya dikategorikan sebagai kejahatan.

Membuat sesuatu yang memiliki dampak jangka panjang harus dilakukan secara bertahap dan tidak tergesa-gesa. Buatlah langkah-langkah di atas dahulu dan setelah itu silahkan lakukan filtering jika dirasa perlu. Misalnya kita ingin membuat larangan merokok, maka lakukanlah dengan bertahap; tidak memperbolehkan merokok di seluruh gedung, kecuali di tempat xyz (sediakan tempat khusus untuk merokok). Agak kurang bijaksana kalau modelnya adalah … tidak boleh merokok titik! Anda yang merokok silahkan pindah negara. he he he. (BTW, saya tidak merokok.) Sebelum itu, buatlah aturan tentang larangan iklan rokok, dan seterusnya. Bertahap lah. (Akankah rokok hilang dari dunia? Rasanya tidak mungkin. Akankah pornografi hilang dari dunia? Rasanya juga tidak mungkin. I just don’t want to be part of it.That’s all. And I think step by step is how we should do it.)

Ini sekedar opini seorang manusia. Anda tentunya boleh berbeda pendapat. Asal konsisten saja, sehingga Anda tidak malu kepada diri sendiri.

Link terkait.

rahard.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s